• Mon. Sep 21st, 2026

Gelanggang Jogja

Gelanggang News Jogja

Festival Babad Siti Kemantren Digelar di 14 Kemantren Yogyakarta

ByGelanggang Jogja

Aug 31, 2026

Pemerintah Kota Yogyakarta menggelar Festival Babad Siti Kemantren #4 secara serentak di 14 kemantren pada Senin, 31 Agustus 2026. Festival ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Keistimewaan Yogyakarta sekaligus momentum untuk mengenalkan sejarah, budaya, dan potensi lokal di setiap wilayah.

Memasuki tahun keempat, Festival Babad Siti Kemantren tidak hanya diarahkan sebagai kegiatan pelestarian kebudayaan. Pemerintah Kota Yogyakarta juga menjadikannya sebagai ruang kolaborasi untuk menggali dan mengembangkan potensi masing-masing kemantren.

Kepala Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta Yetti Martanti mengatakan setiap kemantren memiliki karakter dan cerita yang berbeda, mulai dari tradisi, cerita rakyat, hingga warisan budaya yang masih hidup di tengah masyarakat. Perbedaan tersebut menjadi bagian dari mozaik kebudayaan Kota Yogyakarta.

Festival tahun ini mengemas sejarah lokal melalui pendekatan yang lebih menarik dan komunikatif. Masyarakat diajak mengenal sejarah wilayahnya melalui kegiatan seperti historical walk, pameran tematik, serta storytelling, sehingga sejarah tidak hanya menjadi catatan masa lalu, tetapi dapat dirasakan lebih dekat dalam kehidupan sehari-hari.

Pembukaan Festival Babad Siti Kemantren #4 dipusatkan di Klenteng Poncowinatan, Kemantren Jetis. Kegiatan tersebut turut menghadirkan berbagai aktivitas budaya, termasuk tur kawasan bertema The Village of Tolerance dan jelajah Pecinan Kranggan.

Penyelenggaraan festival juga menggunakan pendekatan pentahelix, dengan melibatkan pemerintah, masyarakat, pelaku usaha, komunitas budaya, serta lembaga pendidikan. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat membuka peluang bagi pengembangan ekonomi kreatif, produk lokal, kemitraan, hingga pariwisata berbasis pengalaman.

Melalui Festival Babad Siti Kemantren, Pemkot Yogyakarta ingin menjadikan sejarah dan budaya bukan hanya sebagai warisan yang dikenang, tetapi juga sebagai modal untuk membangun wilayah yang lebih mandiri, berdaya saing, dan tetap memiliki identitas budaya yang kuat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *