Gelanggang Yogyakarta – Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) mengklaim telah melakukan serangan balasan ke Pangkalan Udara Al-Azraq milik Amerika Serikat di Yordania pada Kamis kemarin, menghancurkan tiga pesawat tempur siluman F-35 dan menewaskan sejumlah personel militer.
Serangan menggunakan rudal balistik tersebut menargetkan area parkir dan hangar pemeliharaan jet tempur F-35 di pangkalan udara yang terletak di wilayah Yordania. IRGC menyatakan serangan ini berhasil menghancurkan total tiga pesawat F-35 dan menyebabkan kerusakan parah pada tiga pesawat lainnya.
Dalam pernyataan resminya, IRGC mengatakan bahwa serangan tersebut dilakukan sebagai tanggapan atas kejahatan yang dilakukan Amerika Serikat serta upaya untuk membebaskan Yordania dari cengkeraman militer AS. Gempuran mendadak ini menandai eskalasi baru dalam perebutan kendali udara regional.
Iran menegaskan keberhasilan serangan ini sebagai ganjaran setimpal atas aksi kekerasan militer Amerika terhadap warga sipil, termasuk serangan yang menewaskan satu keluarga di Pulau Qesh. Aksi militer ini juga menewaskan sejumlah perwira dan personel teknis militer Amerika Serikat.
Konflik bersenjata antara Amerika Serikat dan Iran terus memanas pada akhir Juli 2026, memupus harapan akan penyelesaian cepat atas perang yang telah memasuki bulan kelima. Ketegangan ini turut memicu disrupsi ekonomi global yang signifikan, terutama melalui penghentian pengiriman energi di Selat Hormuz.
